Friday, September 18, 2015

TERBARU, Sukses Budidaya Ikan Lele

Budidaya Lele


Tips sukses Budidaya ikan lele

Banyak petani yang mengabaikan kualitas air untuk budidaya ikan lele,padahal itu kunci sukses untuk budidaya ikan lele,mengapa demikian, karena para petani beranggapan bahwa ikan lele dapat hidup di air diam/tidak ada aliran,memang benar ikan lele dapat hidup di air yang kualitas airnya jelek dan sekalipun air itu tidak bergerak, akan tetapi dampak dari mengabaikan kualitas air tersebut adalah tidak maksimalnya pertumbuhan ikan, karena ikan tidak dapat ber metabolisme dengan sempurna sehingga pertumbuhannya tidak akan maksimal,ikan tidak ada nafsu makan,sehingga banyak pakan yang tersisa tidak dimakan ikan,

 Banyak petani yang belum mengetahui bagai mana cara mengetahui bahwa kualitas air itu sudah rusak/jelek, saya mempunyai trik yang sangat mudah untuk menjadi indikator bahwa kualitas suatu perairan itu mesti di ganti atau ditambah dengan air yang baru,salah satunya adalah menggunakan ikan lain,saya sebut itu dengan ikan tumbal, dengan cara menanam beberapa ikan nila dikolam lele,baik itu kolam terpal maupun kolam tanah,

ikan tumbal mati karena kualitas air buruk

jika demikian maka segera ganti air kolam, karena sudah jelas air tersebut tidak mencukupi oksigen terlarut yang cukup untuk kelangsungan hidup ikan,sangat mudah dansemoga bermanfaat..






Thursday, September 17, 2015

Budidaya ikan lele menggunakan drum plastik

BUDIDAYA IKAN LELE

 Ternak lele, tidak hanya dilakukan di lahan terbuka,luas dan memakan biaya yang besar, tapi bisa juga dengan menggunakan Drum Plastik bekas, yang mudah didapat di setiap sudut kota mana saja. dengan harga yang cukup terjangkau dan masa pemakaian yang sangat lama Alasan memilih ternak lele karena : 1. Biaya investasi murah 2. Lahan tidak perlu lebar 3. peluang usaha yang sangat menjanjikan Drum plastik ukuran 200 liter dapat dibeli seharga Rp.250.000,- potong di tingah drum dengan berbentuk kotak , cuci drum lalu jemur minimal 1 hari, setelah selesai dijemur,Kemudian isi dengan tanah + pupuk kandang 0.5 kg bisa kotoran ayam mau pun kotoran puyuh Drum yang sudah diisi tanah dan pupuk kandang didiamkan selama 2 minggu, tujuannya supaya tumbuh plankton,keluar jentik-jentik, dan jasad renik. Setelah itu masukkan benih lele ukuran 5-7 cm, yang dapat dibeli seharga Rp.200,- per ekor. Drum diisi 250 ekor bibit lele. Jangan kaget bila awal-awal hari ada yang mati.karena seleksi alam atau pun karena terjepit atau stres saat proses pembelian bibit Setiap hari 3 kali diberi makan pelet. yaitu dengan waktu pagi jam 08,00 s/d 10,00 siang menjelang sore 02,00 s/d 04,00 malam 09,00 s/d 11,00 Setiap seminggu sekali mengganti air, karena drum yang digunakan tidak menggunakan filter air. dengan persentasi air yang diganti sebaiknya jngan lebih dari 60% karena apabila lebih dari 60% makan lele akan mengalami stres karena perubahan air, Apabila terlambat dalam mengganti air, lele akan muncul ke permukaan, karena air keruh dan berbau amoniak, dapat menyebabkan ikan mati karena keracunan. Setelah dua bulan, ketika bermaksud untuk mengganti air, jangan kaget jika ternyata ada beberapa lele yang ukurannya besar.karena pertumbuhan lele akan ada yang lebih unggul dibandingkan dengan teman sebaya nya, oleh karena itu ,dianjurkan untuk menggunakan lele sangkuriang II supaya 90% keseragaman ukuran dapat kita peroleh Setelah 3 bulan, lele akan tumbuh dengan ukuran 1 kg berisi 6 - 8 ekor. Saat ini 1 kg lele dibeli seharga Rp.12.000,- 15.000 1 Drum lele dapat menghasilkan 30 kg sehingga didapat Rp.360.000,- dengan harga /kg terendah atau Rp.12.000


Hasil dan harga tiap kota tentu berbeda selamat mencoba dan tidak ada lahan sedikitpun yang terbuang...

lele sangkuriang II

Lele sangkuriang II Untuk lebih meningkatkan mutu genetik ikan lele yang beredar di masyarakat pembudidaya ikan lele, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali merilis varian baru jenis lele Sangkuriang II. Jenis ini diyakini jauh lebih baik dari genetik sebelumnya, baik dari tingkat kekebalan tubuh, pertumbuhan yang cepat, maupun konsumsi pakan yang lebih sedikit dibandingkan Sangkuriang I, menjadikan generasi dari lele jenis ini akan lebih menguntungkan para pembudidaya. Kepala Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT), Sukabumi, H Sarifin mengatakan, varian Sangkuriang II merupakan hasil dari persilangan lele dari Afrika dengan Sangkuriang I. “Sangkuriang II merupakan generasi hibrida, karena varian ini tidak dijadikan indukan melainkan hanya sebagai benih unggulan saja,” kata Sarifin kepada wartawan saat acara press tour II Komunikan, di Sukabumi, Jabar, Minggu (24/11) Dia menjelaskan, perbandingan penggunaan pakan pada sangkuriang I dan Sangkuriang II memang tidak terlalu jauh antara 0,80 gram berbanding 0,90 gram untuk sangkuriang II. “Masa panen untuk ukuran konsumsi lele SAangkuriang I relatif lebih lama yakni mencapai 3 bulan, sedangkan Sangkurian II hanya 2,5 bulan,” kata Sarifin. Bukan hanya itu lanjut Sarifin, varian lele yang belum dipasarkan ke para pembudidaya di Indonesia ini di munculkan untuk menghindari kedekatan genetik pada indukan Sangkuriang I sehingga benih yang dihasilkan yakni Sangkuriang II diyakini harus benar-benar baik kualitasnya, karena perbedaan genetik yang cukup jauh dibandingkan varian sebelumnya. “Kami sengaja mendatangkan indukan lele dari Kenya, Afrika untuk disilangkan dengan indukan Sangkuriang I. Kondisi ini dilakukan agar Indonesia bisa terus meningkatkan produksi perikanan dengan baik, khususnya pada jenis lele dan berimbas pada kesejahteraan pembudidaya serta kesehatan masyarakat dengan memperbanyak konsumsi ikan. (sumber: suarakarya-online.com) - www.bibitikan.net

Wednesday, September 16, 2015

Cara Budidaya ikan lele dikolam terpal...



cara budidaya ikan lele

budidaya ikan lele dikolam terpal

salam bahari. ikan lele merupakan ikan konsumsi yang populer di indonesia, karna rasanya yang gurih dan tidak banyak terdapat tulang sehingga menjadikan ikan lele ini sangat digemari di indonesia,
ada beberapa media yang bisa dijadikan tempat untuk budidaya ikan lele, karna lele merupakan ikan rawa yang tergolong kedalam (black fish) dan seperti pada umumnya, ikan rawa memiliki sistem pernafasan bantuan, pada ikan lele sistem pernafasan bantuan disebut dengan arboresense sehingga tidak heran mengapa ikan lele dapat dibudidayakan di air diam/tanpa inlet, disini saya akan menjelaskan cara budidaya ikan lele dikolam terpal,
kolam terpal dipilih karena bisa kita buat di lahan yang sempit, ramah lingkungan dan minim biaya,

*langkah pertama
kita harus mengetahui berapa luas lahan yang akan kita jadikan untuk membuat kolam dengan cara mengukur menggunakan meteran, saya ambil contoh misal luas kolam yang akan kita buat adalah 3x4, kita bersihkan permukaan tanah dari sampah,batu,dll tujuannya agar terpal tidak robek karena terkena benda yang keras dan tajam, selanjutnya menentukan ketinggian kolam, misal kita membuat kolam dengan ketinggian kolam 1 meter, berarti kita harus membeli terpal dengan ukuran 5x6, gunakan terpal dengan kualitas sedang, harga ter update di sukabumi permeter itu 10.000, berarti bisa kita hitung biaya untuk membeli terpal yaitu dengan cara menghitung ukuran terpal, 5X6=30m2
30x10.000=300.000
bambu 5 batangx10.000=50.000
paku 1kg=12.000
pvc 1 batang=20.000
keni 2" 1buah=5000
sekam 4 karung=20.000

modal untuk membuat kolam terpal

ukuran PXLXT  4X3X1 adalah=Rp407.000
 sangat murah meriah
sekarang kita mulai membuat kolam,
gali permukaan tanah kurang lebih 20cm dan tanah hasil galian pindahkan kepinggir kolam,maka ketinggian galian akan menjadi kurang lebih 30cm, potong bambu dengan ukuran 1,5m untuk tihang,buat minimal 6 tihang,lalu tihang tancapkan ketanah sampai tersisa panjang bambu 1m, berarti 50cm menancap ketanah,cukup kuat,semua tihang harus sama, setelah tihang selesai selanjutnya buat pinggiran kolam, kita buat reng dari bambu,atau bambu dibelah menjadi 4 bagian, lalu pasang dan paku sampai yakin kalo rangka kolam kuat, buat parit dengan cara digali untuk pembuangan, setelah semua selesai, taburkan sekam padi di permukaan tanah,tujuan sekam padi adalah untuk menghindari terpal terkena bahan yang keras dan tajam seperti batu, paku,dll, dan sekam padi bisa menyimpan hangat cukup lama, sehingga pada malam hari air tetap hangat ,, lalu hamparkan terpal pada rangka kolam tadi, susun dan rapihkan supaya tidak ada kerutan, dan rapihkan setiap sudut dengan cara dilipat, lalu ujung terpal bisa kita paku ke tihang kolam dengan cara menggunakan reng dan di jepitkan lalu dipaku, membuat pembuangan, lubangi terpal berbentuk huruf X dan tempelkan pada keni(bengkokan) kolam selesai dan cuci terpal terlebih dahulu tujuan nya agar hilang bau dan racun, cuci seluruhnya dan diamkan minimal 1 hari, setelah selesai di cuci dan dijemur, bisa kita isi air setinggi 50cm, air bisa kita gunakan dari mata air(sumur) dan sungai, setelah terisi 50cm kita HARUS/WAJIB di diamkan jangan dulu di isi ikan,karna air masih kasar,belum stabil,dan DO/oksigen terlarutnya masih rendah, lebih bagus lagi kita memberinya pupuk, bisa itu kotoran ayam maupun kotoran puyuh dengan cara memasukan kedalam karung dan direndam dikolam,cukup 5kg kotoran untuk kolam ukuran 3X4 setelah memasukan pupuk diamkan selama seminggu, tujuannya adalah supaya tumbuh plankton yang akan menjadi makanan alami bagi bibit lele, indikator plankton tumbuh atau tidak,biasanya air akan berubah menjadi hijau,pertanda sudah banyak plankton, lalu angkat karung dikolam yang berisikan pupuk tersebut, kolam siap tebar benih,
pilih bibit ikan lele yang sehat, jika kita membelinya langsung dari petani, kita harus liat keaktifannya saat dikolam petani,apakah lincah atau diam menggantung, apabila aktif bergerak berarti bibit sehat, apabila bibit menggantung dipermukaan air,berarti bibit sakit dan jangan pernah sekali kali kita membeli ikan yang tidak aktif bergerak/sakit, karna sudah pasti kita kan rugi, selanjut nya tentukan kita akan menanam berapa ekor dikolam kita, kepadatan yang aman adalah 150ekor/m3 berarti untuk kolam ukuran 3X4 bisa menampung 1.800 ekor, usahakan jika kita menebar bibit dikolam, pagi atau sore hari, karna lele tidak mempunyai sisik,dan menggunakan lendir untuk melindungi tubuhnya,jika siang hari maka lendirnya akan hilang dan daya tahan tubuh lele akan jelek/mudah terkena penyakit,
setelah kita membeli bibit misal ukuran 5-7 1.800 ekor, lalu kita tanam kekolam kita,di anjurkan menggunakan lele jenis lele sangkuriang 2 yang terdapat di sukabumi, tidak perlu di beri pakan selama 2 hari, biarkan lele beradaptasi dan memakan pakan alami tadi/plankton
untuk menentukan pakan/pelet, pelet minimal protein 30% jika menggunakan pelet yang kadar proteinnya dibawah 30%, maka pertumbuhan lele tidak akan maksimal, sesuaikan ukuran pelet dengan bukaan mulut bibit lele tersebut, biasanya saya menggunakan pelet berdiameter 1mm, pemberian pakan berupa pelet diberikan pada hari ke 3 dari penebaranan bibit , lebih bagus lagi jika pemberian pertama dilakukan pada malam hari,karena mengingat sifat lele yang aktif mencari makan pada malam hari akan memicu respon yang baik, beri pakan secara perlahan , pemberian pakan sampai kenyang/(adlibitum) yang ditandai dengan respon ikan terhadap pakan, hentikin pemberian pakan apabila lele sudah tidak respon , jangan sampai ada pakan sisa yang mengambang, karena itu akan menyebabkan turunnya kualitas air dan akan menjadi racun bagi ikan tersebut, untuk mengganti ukuran pelet memang kita tidak bisa menentukan dengan hari, akan tetapi kita menentukan dengan besarnya pertumbuhan ikan lele, apabila bukaan mulut ikan lele sudah bisa memakan pelet ukuran 2mm, maka kita ganti pelet 1mm dengan pelet 2mm, terus seperti itu sampai panen, kelebihan lele sangkuriang 2 adalah kita tidak perlu menyortirnya sampai panen, karena lele sangkuriang 2 ini mempunyai pertumbuhan tubuh yang hampir merata, cukup sekian penjelasan cara pembesaran ikan lele pada kolam terpal, untuk lebih lengkap akan ada pada postingan saya berikutnya..