Wednesday, October 14, 2015

Cara Budidaya Ikan Nila, sederhana namun menjanjikan

Cara Budidaya Ikan Nila



Cara budidaya ikan nila terdiri dari beberapa tahapan yang sangat penting untuk diketahui, yaitu mulai dari persiapan kolam, penerbaran benih ikan, pencegahan penyakit, dan masa pemanenan. Untuk mengetahi secara detail tentang langkah-langkah tersebut diatas, maka berikut akan diberikan penjelasannya secara spesifik kepada Anda.

1. Persiapan Kolam
Kolam adalah salah satu hal yang paling penting untuk membudidayakan ikan nila. Kolam sebagai tempat pembiakan ikan nila perlu dipersiapakan secara maksimal, dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:
Pengeringan kolam;
Perbaikan pematang, saluran pemasukkan dan pengeluaran;
Pengapuran dengan ukuran 25-1000 gram/m2;
Pemupukan dengan pupuk kandang 500 gram/ M2, urea 15 gram/ m2 dan TSP gram/ m2.;
Pengisian air kolam;
Dapat dilakukan penyemprotan dengan pestisida;
Untuk mencegah h.ewan/ ikan lain masuk, maka dapat dipasang saringan pada pintu masuk air;
Masukkan air sampai kedalaman 80 - 150 cm, kemudian tutup pintu pemasukkan dan pengeluarannya, biarkan air tergenang;
Penebaran Ikan Nila dilakukan setelah 5 - 7 hari pengisian air kolam.
2. Penerban Benih Ikan Nila
Setelah tahapan proses persiapan kolam terlaksana dengan baik, maka pada hari yang kelima samapai hari ketujuh setelah masa pengisian air kolam dilakukan akan dilakukan penebaran benih ikan nila. Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah ukuran benih ikan yang disebarkan hendaknya berukuran antara 8-12 cm atau dengan ukuran berat 30 gram/ekor dengan pada tebar sekitar 5-10 ekor/m2. Pemeliharaan ikan nila dilakukan selama 6 bulan atau hingga ukuran berat ikan nila sudah mencapai 400-600 gram/ekor.

3. Pemberian Makanan
Dalam pemberian makanan ikan nila diberikan setiap hari dengan komposisi makanan alami dan juga makanan tambahan. Makanan ikan nila ini bisa terdiri dari dedak, ampas kelapa, pelet dan juga sisa-sisa makanan dapur.

Umumnya pemberian pakan dilakukan dengan ukuran seperti berikut ini:
1. Protein 20-30%;
2. Lemak 70% (maksimal.);
3. Karbohidrat 63 - 73%.
4. Pakanyaberupa hijau-hijauan diantaranya adalah :
- Kaliandra
- Kalikina atau kecubung;
- Kipat
- Kihujan

4. Penyakit
Ikan nila pada umumnya dapat diserang oleh penyakit serius yang disebabkan oleh lingkan dan keadaan yang tidak menyenangkan, seperti populasi yang terlalu padat, kekurangan makanan, penanganan yang kuran baik dan sebagainya. Penanggulangan yang paling efektif dilakukan adalah dengan memberikan kondisi yang lebih baik pada kolam ikan tersebut.

Apabila sudah terjadi penyakit yang serius pada sebuah kolam ikan nila, maka semua upaya yang dilakukan akan terlambat dan sia-sia. Penyembuhan dengan memberikan antibiotic atau fungisida ke seluruh kolam memerlukan biaya yang cukup mahal.

Untuk mengatasi hal ini, maka salah satu hal yang paling umum dilakukan adalah melakukan pencegahan akan lebih murah dibandingkan dengan melakukan pengobatan, yaitu dengan jalan lain melakukan pengeringan pada kolam dan melakukan penyiapan dari permulaan.

4. Pemanenan Ikan Nila
Masa pemanenan ikan nila sudah dapat dilakukan setelah masa pemeliharaan 4 - 6 bulan. Ikan nila pada usia 4-6 bulan pemeliharaan akan memiliki berat yang bevariasi, yaitu antara 400-600 gram/ekor.

Bila ukuran berat dari masing-masing ikan dirasa belum maksimal, maka pemanenan bisa juga dilakukan dengan sistem bertahap, dimana hanya dipilih ukuran konsumsi (pasar). Pada tahap pertama dengan menggunakan jaring dan setiap bulan berikutnya secara bertahap.

Untuk melakukan pemanenan secara mudah bisa juga dilakukan dengan cara mengeringkan kolam secara total atau sebagian. Bila ikan dipanen secara keseluruhan, maka kolam dikeringkan sama sekali. Akan tetapi apabila akan memanen sekaligus maka hanya sebagian air yang dibuang.

Tuesday, October 13, 2015

budidaya ikan nila

budidaya ikan nila


Ikan Nila salah satu jenis ikan yang dapat hidup di air tawar, ikan ini mudah berkembang biak atau bereproduksi. Namun untuk menghasilkan ikan nila yang memiliki kualitas yang baik kita perlu melakukan budidaya ikan nila secara intensif. Cara budidaya ikan nila yang baik tahapan awalnya kita harus mengetahui dan memahami karakter ikan nila ini terlebih dahulu.
Di alam bebas, ikan nila banyak ditemukan di perairan air tawar seperti sungai, danau, waduk dan rawa. Suhu optimal bagi pertumbuhan ikan nila berkisar 25-30oC dengan pH air 6,5-8.
Ikan nila termasuk hewan pemakan segala atau omnivora. Makanan alaminya plankton, plankton, tumbuhan air dan berbagai hewan air lainnya. Pakan buatan untuk budidaya ikan nila sebaiknya berkadar protein sekitar 25%.  Biaya pakan untuk budidaya ikan nila relatif lebih murah. Tidak seperti budidaya ikan mas atau ikan lele yang membutuhkan pakan dengan kadar protein tinggi,  sekitar 30-45%.
Untuk memulai budidaya ikan nila ada beberapa faktor penting yang harus diperhatikan, yakni pemilihan benih, persiapan kolam, pemberian pakan, hingga penanganan penyakit.
Memilih benih ikan nila
Pemilihan benih merupakan faktor penting yang menentukan tingkat keberhasilan budidaya ikan nila. Untuk hasil maksimal sebaiknya gunakan benih ikan berjenis kelamin jantan. Karena pertumbuhan ikan nila jantan 40% lebih cepat dari pada ikan nila betina.


Budidaya ikan nila secara monosex (berkelamin sama semua) lebih produktif dibanding campuran. Karena ikan nila mempunyai sifat gampang memijah (melakukan perkawinan). Sehingga bila budidaya dilakukan secara campuran, energi ikan akan habis untuk memijah dan pertumbuhan bobot ikan sedikit terhambat.
Saat ini banyak yang menyediakan bibit ikan nila monosex. Bila sulit mendapatkannya, bibit ikan nila monosex bisa dibuat sendiri.
Persiapan kolam budidaya
Budidaya ikan nila bisa menggunakan berbagai jenis kolam, mulai dari kolam tanah, kolam semen, kolam terpal, jaring terapung hingga tambak air payau. Dari sekian jenis kolam tersebut, kolam tanah paling banyak digunakan karena cara membuatnya cukup mudah dan biaya konstruksinya murah. Silahkan lihat cara membuat kolam tanah.
Keunggulan lain kolam tanah adalah bisa menjadi tempat tumbuh berbagai tumbuhan dan hewan yang bermanfaat sebagai pakan alami bagi ikan. Sehingga bisa mengurangi biaya pembelian pakan buatan atau pelet.
Untuk memulai budidaya ikan nila di kolam tanah, perlu langkah-langkah persiapan pengolahan tanah. Mulai dari penjemuran, pembajakan tanah, pengapuran, pemupukan hingga pengairan. Berikut langkah-langkahnya:
Langkah pertama adalah pengeringan dasar kolam. Kolam dikeringkan dengan cara dijemur. Penjemuran biasanya berlangsung selama 3-7 hari, tergantung kondisi cuaca. Sebagai patokan, penjemuran sudah cukup bila permukaan tanah terlihat retak-retak, namun tidak sampai membatu. Bila diinjak masih meninggalkan jejak kaki sedalam 1-2 cm.
Selanjutnya, permukaan tanah dibajak atau dicangkul sedalam kurang lebih 10 cm. Sampah, kerikil dan kotoran lainnya dibersihkan dari dasar kolam. Bersihkan juga lumpur hitam yang berbau busuk, biasanya berasal dari sisa pakan yang tidak habis.
Kolam yang telah dipakai biasanya memiliki tingkat keasaman tinggi (pH rendah), kurang dari 6. Padahal kondisi pH optimal untuk budidaya ikan nila ada pada kisaran 7-8. Untuk menetralkannya lakukan pengapuran dengan dolomit atau kapur pertanian. Dosis pengapuran disesuaikan dengan keasaman tanah. Untuk pH tanah 6 sebanyak 500 kg/ha, untuk pH tanah 5-6 sebanyak 500-1500 kg/ha, untuk pH tanah 4-5 sebanyak 1-3 ton/ha. Kapur diaduk secara merata. Usahakan agar kapur bisa masuk ke dalam permukaan tanah sedalam 10 cm. Kemudian diamkan selama 2-3 hari.
Setelah itu lakukan pemupukan. Gunakan pupuk organik  sebagai pupuk dasar. Jenisnya bisa pupuk kompos atau pupuk kandang. Pemberian pupuk organik berguna untuk mengembalikan kesuburan tanah. Dosisnya sebanyak 1-2 ton per hektar. Pupuk ditebar merata di dasar kolam. Biarkan selama 1-2 minggu. Setelah itu, bila dipandang perlu bisa ditambahkan pupuk kimia berupa urea 50-70 kg/ha dan TSP 25-30 kg/ha, diamkan 1-2 hari. Tujuan pemupukan untuk memberikan nutrisi bagi hewan dan tumbuhan renik yang ada di lingkungan kolam. Sehingga hewan atau tumbuhan tersebut bisa dimanfaatkan sebagai pakan alami ikan.
Langkah selanjutnya, kolam digenangi dengan air. Pengairan dilakukan secara bertahap. Pertama, alirkan air ke dalam kolam sedalam 10-20 cm. Diamkan selama 3-5 hari. Biarkan sinar matahari menembus dasar kolam dengan sempurna, untuk memberikan kesempatan pada ganggag atau organisme air lainnya tumbuh. Setelah itu isi kolam hingga ketinggian air mencapai 60-75 cm.
Cara pengolahan kolam tanah secara lebih mendetail bisa dilihat di persiapan kolam tanah untuk budidaya ikan.
Penebaran benih ikan nila
Kolam yang telah terisi air sedalam 60-75 cm siap untuk ditebari benih ikan nila. Padat tebar kolam tanah untuk budidaya ikan nila sebanyak 15-30 ekor/m2. Dengan asumsi, ukuran benih sebesar 10-20 gram/ekor dan akan dipanen dengan ukuran 300 gram/ekor.
Sebelum benih ditebar, hendaknya melewati tahap adaptasi terlebih dahulu. Gunanya agar benih ikan terbiasa dengan kondisi kolam, sehingga resiko kematian benih bisa ditekan. Caranya, masukkan wadah yang berisi benih ikan nila ke dalam air kolam. Biarkan selama beberapa jam. Kemudian miringkan atau buka wadah tersebut. Biarkan ikan keluar dan lepas dengan sendirinya.
Pemeliharaan budidaya ikan nila
Setelah semua persiapan selesai dilakukan dan benih sudah ditebarkan ke dalam kolam, langkah selanjutnya adalah merawat ikan hingga usia panen. Tiga hal yang paling penting dalam pemeliharaan budidaya ikan nila adalah pengelolaan air, pemberian pakan dan pengendalian hama penyakit.
a. Pengelolaan air
Agar pertumbuhan budidaya ikan nila maksimal, pantau kualitas air kolam. Parameter penentu kualitas air adalah kandungan oksigen dan pH air. Bisa juga dilakukan pemantauan kadar CO2, NH3 dan H2S bila memungkinkan.
Bila kandungan oksigen dalam kolam menurun, perderas sirkulasi air dengan memperbesar aliran debit air. Bila kolam sudah banyak mengandung NH3 dan H2S yang ditandai dengan bau busuk, segera lakukan penggantian air. Caranya dengan mengeluarkan air kotor sebesar ⅓ nya, kemudian menambahkan air baru. Dalam keadaan normal,pada kolam seluas 100 m2 atur debit air sebesar 1 liter/detik.
b. Pemberian pakan
Pengelolaan pakan sangat penting dalam budidaya ikan nila. Biaya pakan merupakan komponen biaya paling besar dalam budidaya ikan nila. Berikan pakan berupa pelet dengan kadar protein 20-30%.
Ikan nila membutuhkan pakan sebanyak 3% dari bobot tubuhnya setiap hari. Pemberian pakan bisa dilakukan pada pagi dan sore hari. Setiap dua minggu sekali, ambil sampel ikan nila secara acak kemudian timbang bobotnya. Lalu sesuaikan jumlah pakan yang harus diberikan.
Perhitungan dosis pakan budidaya ikan nila:
Dalam satu kolam terdapat 1500 ekor ikan nila berukuran 10-20 gram/ekor.
Rata-rata bobot ikan → (10+20)/2 = 15 gram/ekor.
Perhitungan pakannya → 15 x 1500 x 3% = 675 gram = 6,75 kg per hari
Cek bobot ikan setiap dua minggu untuk menyesuaikan jumlah pakan.
c. Pengendalian hama dan penyakit
Seperti telah disebutkan sebelumnya, ikan nila merupakan ikan yang tahan banting. Pada situasi normal, penyakit ikan nila tidak banyak mengkhawatirkan. Namun bila budidaya ikan nila sudah dilakukan secara intensif dan massal, resiko serangan penyakit harus diwaspadai.
Penyebaran penyakit ikan sangat cepat, khususnya untuk jenis penyakit infeksi yang menular. Media penularan biasanya melewati air. Jadi bisa menjangkau satu atau lebih kawasan kolam. Untuk penjelasan lebih jauh silahkan baca hama dan penyakit ikan nila.
Pemanenan ikan nila

Waktu yang diperlukan untuk budidaya ikan nila mulai dari penebaran benih hingga panen mengacu pada kebutuhan pasar. Ukuran ikan nila untuk pasar domestik berkisar 300-500 gram/ekor. Untuk memelihara ikan nila dari ukuran 10-20 gram hingga menjadi 300-500 gram dibutuhkan waktu sekitar 4-6 bulan.

Sunday, October 4, 2015

budidaya belut

Peluang bisnis  budidaya belut merupakan salah satu diantara peluang usaha yang kini mulai dijalankan oleh masyarakat di Indonesia.Meskipun tidak begitu terkenal seperti budidaya ikan gurami dan ikan lele, namun budidaya belut nyatanya sangat menjanjikan terlebih dengan jumlah pasokan belut yang masih belum bisa memenuhi jumlah permintaan belut ujar hj komala ..

Peluang bisnis rumahan ini tidak terlalu terkenal karena memang faktor kesulitan. Untuk membudidayakan belut, faktor suhu sangat menentukan kesuksesan budidaya ini, suhu yang dingin berkisar antara 16 - 22 derajat celcius kurang baik untuk belut. Laju pertumbuhan akan menjadi lambat. Selain itu, ketinggian ideal usaha budidaya ini juga berkisar di ketinggian 200 - 600 mdpl atau tepatnya lagi 400 mdpl dengan PH tanah netral atau 6-7 PH.

peluang bisnis rumahan

Pemilihan lokasi sangat menentukan keberhasilan usaha ini. Pasokan air bersih tidak boleh telat, pasokan air bersih yang kurang lancar baik di musim hujan atau musim kemarau akan menjadikan belut tidak dapat berkembang biak dengan baik bahkan mengalami kematian. Untuk itu, sebelum memulai usaha ini silahkan anda pastikan apakah daerah anda tepat untuk usaha ini?

Analisa usaha Rumahan Budidaya Belut

Dalam perkembangannya, budidaya belut mulai di kembangkan sekitar tahun 1979 dan berkembang hingga saat ini. Meskipun awalnya belut dianggap hama di sawah karena merusak habitat padi serta memakan udang atau ikan di tambak, namun kini belut menjadi salah satu primadona perikanan yang sangat menguntungkan. disamping rasanya yang lezat ternyata belut banyak mengandung protein dan bahkan di negara negara seperti Jepang, Korea Selatan, Hongkong dan Taiwan, dimana belut diyakini sebagai sumber makanan berprotein tinggi yang dapat membangkitkan stamina tubuh.


Biasanya, belut yang dipesan oleh negara – negara tersebut adalah belut segar (fresh eels ), belut beku ( frozen eels ) dan belut asap ( smoked eels ). Permintaan belut segar dan hidup pada tahun ini di sejumlah negara – negara Asia sebanyak 60 ton per hari, akan tetapi pada saat ini hanya dapat terpenuhi sebanyak 5 ton saja per harinya dari 3 eksportir belut yang ada di Indonesia. benar - benar sangat menjanjikan dengan peluang pasar yang masih terbuka lebar
Belut yang banyak mengandung protein sebagai salah satu sumber gizi yang baik untuk anak – anak hingga orang dewasa. Saat ini pemasaran belut hasil peternakan banyak di pasrkan di pasar – pasar tradisional hingga supermaket. perlu diketahui juga bahwa harga belut sangat bagus baik untuk pasar lokal maupun ekspor. Harga belut saat ini untuk pasar lokal berkisar antara Rp. 24.000 — Rp. 29.000 / Kg. Sedangkan untuk pasar ekspor , harga belut sangat bagus yakni berkisar 6 – 10 Dollar Amerika / Kg.
Berikut analisa keuangan usaha rumahan budidaya belut
1. Biaya Produksi
a. Pembuatan kolam tanah 3 x 3 x 1 HOK @ Rp.7.000,- Rp. 28.000,-
b. Bibit 3.000 ekor x @ Rp. 750,- Rp. 225.000,-
c. Makanan tambahan (daging kelinci 3 ekor) @ Rp.15.000,-Rp. 45.000,-
d. Lain-lain Rp. 30.000,-
Jumlah Biaya Produksi Rp. 328.000,-
2. Pendapatan: 3000 ekor = 300 kg x @ Rp. 2.500,- Rp. 750.000,-
3. Keuntungan Rp. 422.000,-
4. Parameter Kelayakan Usaha 2,28

Mengingat dan menimbang berbagai penuturan diatas, peluang bisnis rumahan budidaya belut masih sangat terbuka lebar untuk anda. Untuk itu, anda bisa mempertimbangkan bisnis rumahan yang satu ini. Mungkin saja akan cocok untuk anda. Untuk cara pemijahan dan cara pendederan hingga sampai masa panen dapat anda baca di situs di banyak pencarian google.
Semoga artikel Peluang Bisnis Rumahan Budidaya Belut yang menguntungkan dapat memberikan anda gambaran yang jelas tentang peluang bisnis rumahan budidaya belut. Terima kasih atas kunjungan anda.

Friday, September 18, 2015

TERBARU, Sukses Budidaya Ikan Lele

Budidaya Lele


Tips sukses Budidaya ikan lele

Banyak petani yang mengabaikan kualitas air untuk budidaya ikan lele,padahal itu kunci sukses untuk budidaya ikan lele,mengapa demikian, karena para petani beranggapan bahwa ikan lele dapat hidup di air diam/tidak ada aliran,memang benar ikan lele dapat hidup di air yang kualitas airnya jelek dan sekalipun air itu tidak bergerak, akan tetapi dampak dari mengabaikan kualitas air tersebut adalah tidak maksimalnya pertumbuhan ikan, karena ikan tidak dapat ber metabolisme dengan sempurna sehingga pertumbuhannya tidak akan maksimal,ikan tidak ada nafsu makan,sehingga banyak pakan yang tersisa tidak dimakan ikan,

 Banyak petani yang belum mengetahui bagai mana cara mengetahui bahwa kualitas air itu sudah rusak/jelek, saya mempunyai trik yang sangat mudah untuk menjadi indikator bahwa kualitas suatu perairan itu mesti di ganti atau ditambah dengan air yang baru,salah satunya adalah menggunakan ikan lain,saya sebut itu dengan ikan tumbal, dengan cara menanam beberapa ikan nila dikolam lele,baik itu kolam terpal maupun kolam tanah,

ikan tumbal mati karena kualitas air buruk

jika demikian maka segera ganti air kolam, karena sudah jelas air tersebut tidak mencukupi oksigen terlarut yang cukup untuk kelangsungan hidup ikan,sangat mudah dansemoga bermanfaat..






Thursday, September 17, 2015

Budidaya ikan lele menggunakan drum plastik

BUDIDAYA IKAN LELE

 Ternak lele, tidak hanya dilakukan di lahan terbuka,luas dan memakan biaya yang besar, tapi bisa juga dengan menggunakan Drum Plastik bekas, yang mudah didapat di setiap sudut kota mana saja. dengan harga yang cukup terjangkau dan masa pemakaian yang sangat lama Alasan memilih ternak lele karena : 1. Biaya investasi murah 2. Lahan tidak perlu lebar 3. peluang usaha yang sangat menjanjikan Drum plastik ukuran 200 liter dapat dibeli seharga Rp.250.000,- potong di tingah drum dengan berbentuk kotak , cuci drum lalu jemur minimal 1 hari, setelah selesai dijemur,Kemudian isi dengan tanah + pupuk kandang 0.5 kg bisa kotoran ayam mau pun kotoran puyuh Drum yang sudah diisi tanah dan pupuk kandang didiamkan selama 2 minggu, tujuannya supaya tumbuh plankton,keluar jentik-jentik, dan jasad renik. Setelah itu masukkan benih lele ukuran 5-7 cm, yang dapat dibeli seharga Rp.200,- per ekor. Drum diisi 250 ekor bibit lele. Jangan kaget bila awal-awal hari ada yang mati.karena seleksi alam atau pun karena terjepit atau stres saat proses pembelian bibit Setiap hari 3 kali diberi makan pelet. yaitu dengan waktu pagi jam 08,00 s/d 10,00 siang menjelang sore 02,00 s/d 04,00 malam 09,00 s/d 11,00 Setiap seminggu sekali mengganti air, karena drum yang digunakan tidak menggunakan filter air. dengan persentasi air yang diganti sebaiknya jngan lebih dari 60% karena apabila lebih dari 60% makan lele akan mengalami stres karena perubahan air, Apabila terlambat dalam mengganti air, lele akan muncul ke permukaan, karena air keruh dan berbau amoniak, dapat menyebabkan ikan mati karena keracunan. Setelah dua bulan, ketika bermaksud untuk mengganti air, jangan kaget jika ternyata ada beberapa lele yang ukurannya besar.karena pertumbuhan lele akan ada yang lebih unggul dibandingkan dengan teman sebaya nya, oleh karena itu ,dianjurkan untuk menggunakan lele sangkuriang II supaya 90% keseragaman ukuran dapat kita peroleh Setelah 3 bulan, lele akan tumbuh dengan ukuran 1 kg berisi 6 - 8 ekor. Saat ini 1 kg lele dibeli seharga Rp.12.000,- 15.000 1 Drum lele dapat menghasilkan 30 kg sehingga didapat Rp.360.000,- dengan harga /kg terendah atau Rp.12.000


Hasil dan harga tiap kota tentu berbeda selamat mencoba dan tidak ada lahan sedikitpun yang terbuang...

lele sangkuriang II

Lele sangkuriang II Untuk lebih meningkatkan mutu genetik ikan lele yang beredar di masyarakat pembudidaya ikan lele, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali merilis varian baru jenis lele Sangkuriang II. Jenis ini diyakini jauh lebih baik dari genetik sebelumnya, baik dari tingkat kekebalan tubuh, pertumbuhan yang cepat, maupun konsumsi pakan yang lebih sedikit dibandingkan Sangkuriang I, menjadikan generasi dari lele jenis ini akan lebih menguntungkan para pembudidaya. Kepala Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT), Sukabumi, H Sarifin mengatakan, varian Sangkuriang II merupakan hasil dari persilangan lele dari Afrika dengan Sangkuriang I. “Sangkuriang II merupakan generasi hibrida, karena varian ini tidak dijadikan indukan melainkan hanya sebagai benih unggulan saja,” kata Sarifin kepada wartawan saat acara press tour II Komunikan, di Sukabumi, Jabar, Minggu (24/11) Dia menjelaskan, perbandingan penggunaan pakan pada sangkuriang I dan Sangkuriang II memang tidak terlalu jauh antara 0,80 gram berbanding 0,90 gram untuk sangkuriang II. “Masa panen untuk ukuran konsumsi lele SAangkuriang I relatif lebih lama yakni mencapai 3 bulan, sedangkan Sangkurian II hanya 2,5 bulan,” kata Sarifin. Bukan hanya itu lanjut Sarifin, varian lele yang belum dipasarkan ke para pembudidaya di Indonesia ini di munculkan untuk menghindari kedekatan genetik pada indukan Sangkuriang I sehingga benih yang dihasilkan yakni Sangkuriang II diyakini harus benar-benar baik kualitasnya, karena perbedaan genetik yang cukup jauh dibandingkan varian sebelumnya. “Kami sengaja mendatangkan indukan lele dari Kenya, Afrika untuk disilangkan dengan indukan Sangkuriang I. Kondisi ini dilakukan agar Indonesia bisa terus meningkatkan produksi perikanan dengan baik, khususnya pada jenis lele dan berimbas pada kesejahteraan pembudidaya serta kesehatan masyarakat dengan memperbanyak konsumsi ikan. (sumber: suarakarya-online.com) - www.bibitikan.net

Wednesday, September 16, 2015

Cara Budidaya ikan lele dikolam terpal...



cara budidaya ikan lele

budidaya ikan lele dikolam terpal

salam bahari. ikan lele merupakan ikan konsumsi yang populer di indonesia, karna rasanya yang gurih dan tidak banyak terdapat tulang sehingga menjadikan ikan lele ini sangat digemari di indonesia,
ada beberapa media yang bisa dijadikan tempat untuk budidaya ikan lele, karna lele merupakan ikan rawa yang tergolong kedalam (black fish) dan seperti pada umumnya, ikan rawa memiliki sistem pernafasan bantuan, pada ikan lele sistem pernafasan bantuan disebut dengan arboresense sehingga tidak heran mengapa ikan lele dapat dibudidayakan di air diam/tanpa inlet, disini saya akan menjelaskan cara budidaya ikan lele dikolam terpal,
kolam terpal dipilih karena bisa kita buat di lahan yang sempit, ramah lingkungan dan minim biaya,

*langkah pertama
kita harus mengetahui berapa luas lahan yang akan kita jadikan untuk membuat kolam dengan cara mengukur menggunakan meteran, saya ambil contoh misal luas kolam yang akan kita buat adalah 3x4, kita bersihkan permukaan tanah dari sampah,batu,dll tujuannya agar terpal tidak robek karena terkena benda yang keras dan tajam, selanjutnya menentukan ketinggian kolam, misal kita membuat kolam dengan ketinggian kolam 1 meter, berarti kita harus membeli terpal dengan ukuran 5x6, gunakan terpal dengan kualitas sedang, harga ter update di sukabumi permeter itu 10.000, berarti bisa kita hitung biaya untuk membeli terpal yaitu dengan cara menghitung ukuran terpal, 5X6=30m2
30x10.000=300.000
bambu 5 batangx10.000=50.000
paku 1kg=12.000
pvc 1 batang=20.000
keni 2" 1buah=5000
sekam 4 karung=20.000

modal untuk membuat kolam terpal

ukuran PXLXT  4X3X1 adalah=Rp407.000
 sangat murah meriah
sekarang kita mulai membuat kolam,
gali permukaan tanah kurang lebih 20cm dan tanah hasil galian pindahkan kepinggir kolam,maka ketinggian galian akan menjadi kurang lebih 30cm, potong bambu dengan ukuran 1,5m untuk tihang,buat minimal 6 tihang,lalu tihang tancapkan ketanah sampai tersisa panjang bambu 1m, berarti 50cm menancap ketanah,cukup kuat,semua tihang harus sama, setelah tihang selesai selanjutnya buat pinggiran kolam, kita buat reng dari bambu,atau bambu dibelah menjadi 4 bagian, lalu pasang dan paku sampai yakin kalo rangka kolam kuat, buat parit dengan cara digali untuk pembuangan, setelah semua selesai, taburkan sekam padi di permukaan tanah,tujuan sekam padi adalah untuk menghindari terpal terkena bahan yang keras dan tajam seperti batu, paku,dll, dan sekam padi bisa menyimpan hangat cukup lama, sehingga pada malam hari air tetap hangat ,, lalu hamparkan terpal pada rangka kolam tadi, susun dan rapihkan supaya tidak ada kerutan, dan rapihkan setiap sudut dengan cara dilipat, lalu ujung terpal bisa kita paku ke tihang kolam dengan cara menggunakan reng dan di jepitkan lalu dipaku, membuat pembuangan, lubangi terpal berbentuk huruf X dan tempelkan pada keni(bengkokan) kolam selesai dan cuci terpal terlebih dahulu tujuan nya agar hilang bau dan racun, cuci seluruhnya dan diamkan minimal 1 hari, setelah selesai di cuci dan dijemur, bisa kita isi air setinggi 50cm, air bisa kita gunakan dari mata air(sumur) dan sungai, setelah terisi 50cm kita HARUS/WAJIB di diamkan jangan dulu di isi ikan,karna air masih kasar,belum stabil,dan DO/oksigen terlarutnya masih rendah, lebih bagus lagi kita memberinya pupuk, bisa itu kotoran ayam maupun kotoran puyuh dengan cara memasukan kedalam karung dan direndam dikolam,cukup 5kg kotoran untuk kolam ukuran 3X4 setelah memasukan pupuk diamkan selama seminggu, tujuannya adalah supaya tumbuh plankton yang akan menjadi makanan alami bagi bibit lele, indikator plankton tumbuh atau tidak,biasanya air akan berubah menjadi hijau,pertanda sudah banyak plankton, lalu angkat karung dikolam yang berisikan pupuk tersebut, kolam siap tebar benih,
pilih bibit ikan lele yang sehat, jika kita membelinya langsung dari petani, kita harus liat keaktifannya saat dikolam petani,apakah lincah atau diam menggantung, apabila aktif bergerak berarti bibit sehat, apabila bibit menggantung dipermukaan air,berarti bibit sakit dan jangan pernah sekali kali kita membeli ikan yang tidak aktif bergerak/sakit, karna sudah pasti kita kan rugi, selanjut nya tentukan kita akan menanam berapa ekor dikolam kita, kepadatan yang aman adalah 150ekor/m3 berarti untuk kolam ukuran 3X4 bisa menampung 1.800 ekor, usahakan jika kita menebar bibit dikolam, pagi atau sore hari, karna lele tidak mempunyai sisik,dan menggunakan lendir untuk melindungi tubuhnya,jika siang hari maka lendirnya akan hilang dan daya tahan tubuh lele akan jelek/mudah terkena penyakit,
setelah kita membeli bibit misal ukuran 5-7 1.800 ekor, lalu kita tanam kekolam kita,di anjurkan menggunakan lele jenis lele sangkuriang 2 yang terdapat di sukabumi, tidak perlu di beri pakan selama 2 hari, biarkan lele beradaptasi dan memakan pakan alami tadi/plankton
untuk menentukan pakan/pelet, pelet minimal protein 30% jika menggunakan pelet yang kadar proteinnya dibawah 30%, maka pertumbuhan lele tidak akan maksimal, sesuaikan ukuran pelet dengan bukaan mulut bibit lele tersebut, biasanya saya menggunakan pelet berdiameter 1mm, pemberian pakan berupa pelet diberikan pada hari ke 3 dari penebaranan bibit , lebih bagus lagi jika pemberian pertama dilakukan pada malam hari,karena mengingat sifat lele yang aktif mencari makan pada malam hari akan memicu respon yang baik, beri pakan secara perlahan , pemberian pakan sampai kenyang/(adlibitum) yang ditandai dengan respon ikan terhadap pakan, hentikin pemberian pakan apabila lele sudah tidak respon , jangan sampai ada pakan sisa yang mengambang, karena itu akan menyebabkan turunnya kualitas air dan akan menjadi racun bagi ikan tersebut, untuk mengganti ukuran pelet memang kita tidak bisa menentukan dengan hari, akan tetapi kita menentukan dengan besarnya pertumbuhan ikan lele, apabila bukaan mulut ikan lele sudah bisa memakan pelet ukuran 2mm, maka kita ganti pelet 1mm dengan pelet 2mm, terus seperti itu sampai panen, kelebihan lele sangkuriang 2 adalah kita tidak perlu menyortirnya sampai panen, karena lele sangkuriang 2 ini mempunyai pertumbuhan tubuh yang hampir merata, cukup sekian penjelasan cara pembesaran ikan lele pada kolam terpal, untuk lebih lengkap akan ada pada postingan saya berikutnya..